Dengan teknologi ini, pengguna dapat melihat area di sekelilingnya, mengubah arah pandangan, dan pada sistem tertentu berpindah dari satu titik lokasi ke titik lainnya.

Teknologi Virtual Tour 360 banyak digunakan dalam pemasaran properti, perhotelan, pendidikan, pariwisata, dan kebutuhan presentasi fasilitas perusahaan. Berbeda dengan foto biasa yang hanya menampilkan satu sudut pandang, Virtual Tour 360 memberikan pengalaman visual yang lebih interaktif.

Proses pembuatan Virtual Tour 360 dimulai dengan pengambilan gambar menggunakan kamera 360 derajat atau kamera konvensional dengan teknik panorama. Gambar dari beberapa arah kemudian diproses menjadi satu panorama yang dapat dilihat secara menyeluruh. Proses penyatuan gambar ini dikenal sebagai image stitching.

Google menjelaskan bahwa dalam teknologi Street View, gambar dari beberapa kamera yang saling tumpang tindih digabungkan untuk menghasilkan panorama 360 derajat. Teknik pemrosesan gambar juga digunakan untuk mengurangi sambungan yang terlihat pada hasil akhir.

Setelah gambar diproses, panorama dapat dimasukkan ke dalam perangkat lunak Virtual Tour. Pengembang kemudian dapat menambahkan fitur navigasi, titik informasi, atau penghubung antarruang. Hasil akhirnya dapat ditampilkan melalui website, sehingga pengunjung bisa menjelajahi lokasi secara digital menggunakan smartphone maupun komputer.

Salah satu fitur utama Virtual Tour adalah navigasi interaktif. Pengguna dapat menggerakkan tampilan ke kanan, kiri, atas, dan bawah sesuai keinginan. Virtual Tour juga dapat memiliki hotspot, yaitu titik yang dapat diklik untuk menampilkan informasi tambahan atau berpindah ke lokasi lain.

Pada beberapa sistem, Virtual Tour dilengkapi dengan denah lokasi, informasi ruangan, foto tambahan, video, dan tautan yang mengarahkan pengguna ke halaman tertentu. Virtual Tour 360 memungkinkan calon pelanggan melihat kondisi sebuah lokasi sebelum datang secara langsung.

Untuk bisnis hotel, teknologi ini dapat digunakan untuk memperlihatkan tipe kamar, fasilitas, dan area publik. Dalam industri properti, Virtual Tour membantu calon pembeli memahami tata ruang rumah atau bangunan. Lembaga pendidikan dapat memanfaatkan Virtual Tour untuk memperkenalkan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas kampus. Selain itu, perusahaan dapat menggunakannya sebagai bagian dari profil digital untuk memperlihatkan fasilitas kantor atau lokasi usaha.

Virtual Tour 360 dapat digabungkan dengan layanan dokumentasi photo video untuk menghasilkan materi pemasaran yang lebih beragam. Foto profesional menampilkan detail visual, video membantu menyampaikan cerita, sedangkan Virtual Tour memungkinkan pengunjung mengeksplorasi lokasi secara mandiri. Bagi bisnis yang membutuhkan solusi visual digital di Yogyakarta, Jogja Creative Production (Jogpro) dapat menjadi identitas merek yang digunakan untuk memperkenalkan layanan Virtual Tour dan produksi konten digital.

Virtual Tour 360 merupakan teknologi yang menggabungkan fotografi panorama dan fitur interaktif untuk menghadirkan pengalaman menjelajahi lokasi secara digital. Dengan penerapan yang tepat, teknologi ini dapat membantu bisnis memperkenalkan fasilitas, memberikan informasi lokasi, dan melengkapi strategi pemasaran digital.