Teknologi ini menjadi salah satu pilihan media pemasaran untuk rumah, apartemen, vila, kos-kosan, dan properti komersial.
Dalam pemasaran properti, Virtual Tour 360 dibuat dengan merekam beberapa titik ruangan menggunakan kamera khusus atau teknik fotografi panorama. Setiap panorama kemudian dihubungkan melalui sistem navigasi agar pengguna dapat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Calon pembeli dapat menjelajahi ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan area fasilitas sesuai titik yang tersedia dalam sistem. Matterport menjelaskan bahwa tur virtual berbasis teknologi 3D dan panorama membantu pengguna memahami kondisi serta tata ruang properti secara lebih mendalam dibandingkan hanya mengandalkan foto statis.
Virtual Tour membantu pemilik properti memperlihatkan kondisi bangunan kepada calon pelanggan dari berbagai lokasi. Bagi calon penyewa yang berada di luar kota atau luar negeri, Virtual Tour dapat memberikan gambaran awal sebelum mereka memutuskan untuk melakukan kunjungan langsung. Selain itu, Virtual Tour memudahkan agen properti memperkenalkan beberapa unit kepada pelanggan tanpa harus mengatur kunjungan fisik untuk setiap peninjauan awal. Namun, Virtual Tour tidak sepenuhnya menggantikan pemeriksaan langsung, terutama untuk memastikan kondisi fisik, lingkungan, dan aspek legal properti.
Virtual Tour dapat ditempatkan pada halaman website properti, digabungkan dengan foto bangunan, deskripsi fasilitas, informasi harga, dan formulir kontak. Penggunaan media yang saling melengkapi tersebut membantu calon pelanggan mendapatkan informasi yang lebih terstruktur.Virtual Tour 360 merupakan sarana visual yang dapat memperkuat pemasaran properti melalui pengalaman eksplorasi digital. Jogja Creative Production (Jogpro) dapat menggunakan pendekatan ini untuk memperkenalkan solusi Virtual Tour, fotografi properti, dan produksi konten pemasaran digital.
